Home » Penelusuran Franky Sahilatua
Kumpulan Lirik Lagu Kenangan Franky Sahilatua
Franky Sahilatua and Jane - Kepada Angin dan burung-burung
Franky Sahilatua and Jane - Musim Bunga
Franky Sahilatua and Jane - Perjalanan
Franky Sahilatua - Bis Kota
Franky Sahilatua - Kemesraan
Franky Sahilatua - Lelaki Dan Rembulan
Franky Sahilatua - O Ea Eo
Franky Sahilatua - Pada Bukit dan Pedesaan
Franky Sahilatua - Panen Telah Datang
Franky Sahilatua - Perahu Retak
Franky Sahilatua - Rumah Kecil Di Pinggir Sungai
Franky Sahilatua - Siti Julaika
Franky Sahilatua - Terbaik Untukmu
Franky Sahilatua - Terminal
Lirik Lagu Terbaik Franky Sahilatua
Lirik Lagu Lawas Franky Sahilatua
Lirik Lagu Lama Franky Sahilatu
Lirik Lagu Nostalgi Franky Sahilatua Qdoeys 6:29 PM Admin Bandung Indonesia
Franky Sahilatua and Jane - Kepada Angin dan burung-burung
Franky Sahilatua and Jane - Musim Bunga
Franky Sahilatua and Jane - Perjalanan
Franky Sahilatua - Bis Kota
Franky Sahilatua - Kemesraan
Franky Sahilatua - Lelaki Dan Rembulan
Franky Sahilatua - O Ea Eo
Franky Sahilatua - Pada Bukit dan Pedesaan
Franky Sahilatua - Panen Telah Datang
Franky Sahilatua - Perahu Retak
Franky Sahilatua - Rumah Kecil Di Pinggir Sungai
Franky Sahilatua - Siti Julaika
Franky Sahilatua - Terbaik Untukmu
Franky Sahilatua - Terminal
Lirik Lagu Terbaik Franky Sahilatua
Lirik Lagu Lawas Franky Sahilatua
Lirik Lagu Lama Franky Sahilatu
Lirik Lagu Nostalgi Franky Sahilatua Qdoeys 6:29 PM Admin Bandung Indonesia
Lirik Lagu Franky Sahilatua - O Ea Eo
Orang pinggiran...o ea eo...o ea eo...
Ada di trotoar...o ea eo...o ea eo...
Ada di bis kota...o ea eo...o ea eo...
Ada di pabrik-pabrik...o ea eo...o ea eo...
Orang pinggiran...o ea eo...o ea eo...
Di terik mentari...o ea eo...o ea eo...
Di jalan becek...o ea eo...o ea eo...
Menyanyi dan mentari...o ea eo...o ea eo...
Lagunya nyanyian hati
Tarinya tarian jiwa
Seperti tangis bayi dimalam hari
Sepinya waktu kala sendiri
Sambil berbaring meraih mimpi
Menatap langit-langit tak perduli
Sebab esok pagi kembali
Orang pinggiran...o ea eo...o ea eo...
Didalam lingkaran...o ea eo...o ea eo...
Berputar-putar...o ea eo...o ea eo...
Kembali ke pinggiran...o ea eo...o ea eo...
Orang pinggiran buakan pemalas
Orang pinggiran pekerja keras
Orang pinggiran tidak mengeluh
Orang pinggiran terus melangkah
Qdoeys
6:26 PM
Admin
Bandung Indonesia
Lirik Lagu Franky Sahilatua - Terbaik Untukmu
Duhai engkau sang dewi ciptaan sang raja
dari langit kau turun ke dunia
Tuk jadi milikku jadi pendampingku selamanya
dengarkanlah setiap kata yang terucap
mengertilah karena hidup tak kan
Semudah yang kau kira kau harus berlari mengejarnya
Ku takkan berhenti beri cinta dan mimpiku
Sampai kau mengerti dan pahami semua yang ku berikan
Reff:
Jangan kau pergi dariku bila waktuku sedikit untukmu
Setiap hembusan nafasku kulakukan yang terbaik untukmu
Duhai kau sang dewi ciptaan raja mengertilah karena hidup takkan
Semudah yang kau kira kau harus berlari mengejarnya
Ku takkan berhenti beri cinta dan mimpiku
Sampai kau mengerti dan pahami semua yang ku berikan
Back to Reff
Bila ku pergi tetaplah kau ada disini dan menanti
Qdoeys
6:19 PM
Admin
Bandung Indonesia
Lirik Lagu Franky Sahilatua - Terminal
Hangatnya matahari
Membakar tapak kaki
Siang itu disebuah terminal
Yang tak rapi
Wajah pejalan kaki
Kusut mengutuk hari
Jari jari kekar kondektur
Genit goda daki
Dari sebelah warung
Sebuah WC umum
Irama melayu terdengar
Akrab mengalun
Iringi deru mesin mesin
Iringi tangis yang kemarin
Bocah kurus tak berbaju
Yang tak kenal bapaknya
Tajam matamu
Liar mencari mangsa
Ramai para pedagang
Datang tawarkan barang
Ratap pengemis
Bak meriam dalam perang
Iringi deru mesin mesin
Iringi tangis yang kemarin
Iringi deru mesin mesin
Iringi tangis yang kemarin
Aku datangi kamu lewat lagu
(Kudatangi lewat lagu)
Kudatangi kamu
Langitku masih biru
Nyanyian duka nyanyian suka
Tarian duka tarian suka
Apakah ada bedanya?
Qdoeys
6:15 PM
Admin
Bandung Indonesia
Lirik Lagu Franky Sahilatua | Perahu Retak
Perahu negeriku, perahu bangsaku
menyusuri gelombang
semangat rakyatku, kibar benderaku
menyeruak lautan
langit membentang cakrawala di depan
melambaikan tantangan
di atas tanahku, dari dalam airku
tumbuh kebahagiaan
di sawah kampungku, di jalan kotaku
terbit kesejahteraan
tapi kuheran di tengah perjalanan
muncullah ketimpangan
aku heran, aku heran
yang salah dipertahankan
aku heran, aku heran
yang benar disingkirkan
perahu negeriku, perahu bangsaku
jangan retak dindingmu
semangat rakyatku, derap kaki tekadmu
jangan terantuk batu
tanah pertiwi anugerah ilahi
jangan ambil sendiri
tanah pertiwi anugerah ilahi
jangan makan sendiri
aku heran, aku heran
satu kenyang, seribu kelaparan
aku heran, aku heran
keserakahan diagungkan
Qdoeys
6:10 PM
Admin
Bandung Indonesia
Franky Sahilatua - Kemesraan | Lirik Lagu
Suatu hari
Dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang
Ombak dilautan yang kian menepi
Burung camar
Terbang bermain diderunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita
Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Ingin kukenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram disampingmu
Hatiku damai
Jiwaku tentram bersamamu
Bersamamu
Qdoeys
12:17 AM
Admin
Bandung IndonesiaFranky Sahilatua & Jane - Kepada angin dan burung-burung | Lirik Lagu
Kepada angin dan burung-burung
Matahari bernyanyi
Tentang daun dan embun jatuh
Sebelum langit terbuka
Kepada angin dan burung-burung
Kunyanyikan lagu ini
Tentang asmara yang biru
Yang mewarnai lukisan di dinding
Sebuah hati tanpa pigura
Tergantung sendiri dan berdebu
Kepada angin dan burung-burung
Mengerti irama ini
Seorang lelaki yang merindukan
Matahari terus bernyanyi
Apakah angin tetap bertiup
Bersama jatuhnya daun
Apakah burung akan tetap terbang
Di langit yang terbuka
Qdoeys
11:31 AM
Admin
Bandung IndonesiaKepada angin dan burung-burung
Matahari bernyanyi
Tentang daun dan embun jatuh
Sebelum langit terbuka
Kepada angin dan burung-burung
Kunyanyikan lagu ini
Tentang asmara yang biru
Yang mewarnai lukisan di dinding
Sebuah hati tanpa pigura
Tergantung sendiri dan berdebu
Kepada angin dan burung-burung
Mengerti irama ini
Seorang lelaki yang merindukan
Matahari terus bernyanyi
Apakah angin tetap bertiup
Bersama jatuhnya daun
Apakah burung akan tetap terbang
Di langit yang terbuka
Franky Sahilatua & Jane - Kepada Angin dan Burung - Burung | Lirik Lagu
Kepada angin dan burung-burung
Matahari bernyanyi
Tentang daun dan embun jatuh
Sebelum langit terbuka
Kepada angin dan burung-burung
Kunyanyikan lagu ini
Tentang asmara yang biru
Yang mewarnai lukisan di dinding
Sebuah hati tanpa pigura
Tergantung sendiri dan berdebu
Kepada angin dan burung-burung
Mengerti irama ini
Seorang lelaki yang merindukan
Matahari terus bernyanyi
Apakah angin tetap bertiup
Bersama jatuhnya daun
Apakah burung akan tetap terbang
Di langit yang terbuka
Qdoeys
11:31 AM
Admin
Bandung IndonesiaKepada angin dan burung-burung
Matahari bernyanyi
Tentang daun dan embun jatuh
Sebelum langit terbuka
Kepada angin dan burung-burung
Kunyanyikan lagu ini
Tentang asmara yang biru
Yang mewarnai lukisan di dinding
Sebuah hati tanpa pigura
Tergantung sendiri dan berdebu
Kepada angin dan burung-burung
Mengerti irama ini
Seorang lelaki yang merindukan
Matahari terus bernyanyi
Apakah angin tetap bertiup
Bersama jatuhnya daun
Apakah burung akan tetap terbang
Di langit yang terbuka
Franky Sahilatua & Jane - Musim Bunga | Lirik Lagu
di suatu perkampungan bunga
di musim petik indah warnanya
menghias rumah halaman rakyat
*
ramai-ramai perempuan desa
dengan keranjang di atas kepala
burung-burung yang berkiacauan
menemani mereka memetik bunga
senyum beberapa wanita
yang menjepit bunga di rambutnya
Back to *
Aaaaahaaa....
Qdoeys
11:27 AM
Admin
Bandung Indonesiadi suatu perkampungan bunga
di musim petik indah warnanya
menghias rumah halaman rakyat
*
ramai-ramai perempuan desa
dengan keranjang di atas kepala
burung-burung yang berkiacauan
menemani mereka memetik bunga
senyum beberapa wanita
yang menjepit bunga di rambutnya
Back to *
Aaaaahaaa....
Jane - Perjalanan
Dengan kereta malam ku pulang sendiri
Mengikuti rasa rindu pada kampung halamanku
Pada ayah yang menunggu
Pada ibu yang mengasihiku
Duduk di hadapanku seorang ibu
Dengan wajah sendu, sendu kelabu
Penuh rasa haru dia menatapku
Penuh rasa haru dia menatapku
Seakan ingin memeluk.. diriku..
Dia lalu bercerita tentang
Anak gadisnya yang t’lah tiada
Karna sakit dan tak terobati...
Yang wajahnya mirip denganku
Yang wajahnya mirip denganku
Duduk di hadapanku seorang ibu
Dengan wajah sendu, sendu kelabu
Penuh rasa haru dia menatapku
Penuh rasa haru dia menatapku
Seakan ingin memeluk.. diriku..
Dia lalu bercerita tentang
Anak gadisnya yang t’lah tiada
Karna sakit dan tak terobati...
Yang wajahnya mirip denganku
Yang wajahnya mirip denganku
Yang wajahnya mirip denganku
Yang wajahnya mirip denganku
Qdoeys
6:58 PM
Admin
Bandung IndonesiaDengan kereta malam ku pulang sendiri
Mengikuti rasa rindu pada kampung halamanku
Pada ayah yang menunggu
Pada ibu yang mengasihiku
Duduk di hadapanku seorang ibu
Dengan wajah sendu, sendu kelabu
Penuh rasa haru dia menatapku
Penuh rasa haru dia menatapku
Seakan ingin memeluk.. diriku..
Dia lalu bercerita tentang
Anak gadisnya yang t’lah tiada
Karna sakit dan tak terobati...
Yang wajahnya mirip denganku
Yang wajahnya mirip denganku
Duduk di hadapanku seorang ibu
Dengan wajah sendu, sendu kelabu
Penuh rasa haru dia menatapku
Penuh rasa haru dia menatapku
Seakan ingin memeluk.. diriku..
Dia lalu bercerita tentang
Anak gadisnya yang t’lah tiada
Karna sakit dan tak terobati...
Yang wajahnya mirip denganku
Yang wajahnya mirip denganku
Yang wajahnya mirip denganku
Yang wajahnya mirip denganku
Indonesian ballad singer, Franky Sahilatua dies at Hospital Permata Hijau, South Jakarta, on Wednesday, at 15.15 West Indonesia Time.Franky previously treated in Singapore for spinal cancer but eventually returned to being treated in Indonesia.
Franky was born in Surabaya, East Java, on August 16, 1953. Some works such as Frank 'The Suburbs' (1997), 'Man and Moon' (1993), and 'City Bus' (1991).
Profile of Franky Sahilatua
Frank Hubert Sahilatua (born in Surabaya, East Java, August 16, 1953 - died in Jakarta, Indonesia, 20 April 2011 at age 57 years) is the ballad singer from Surabaya, Indonesia. His name was publicly known since the second half of the decade of the 1970s, when he was a duet with her sister, Jane Sahilatua, by the name Franky & Jane. This duo had produced fifteen albums, all under Jackson Record.
After this duet ending his cooperation, because Jane later married and want to concentrate on family, Franky make a choice for solo careers.
Song Lyrics Frank's work on the Frank & Jane tend to worship nature at first, for example in Kepada Angin dan Burung and Musim Bunga. However, like many other ballad songwriter, Frank also likes to "talk" about the lives of people, like Perjalanan or Bis Kota. Frank once wrote and sang songs for the film soundtrack Ali Topan.
Kumpulan Lirik Lagu Terbaik Franky Sahilatua
Franky Sahilatua and Jane - Kepada Angin dan burung-burung
Franky Sahilatua and Jane - Musim Bunga
Franky Sahilatua and Jane - Perjalanan
Franky Sahilatua - Bis Kota
Franky Sahilatua - Kemesraan
Franky Sahilatua - Lelaki Dan Rembulan
Franky Sahilatua - O Ea Eo
Franky Sahilatua - Pada Bukit dan Pedesaan
Franky Sahilatua - Panen Telah Datang
Franky Sahilatua - Perahu Retak
Franky Sahilatua - Rumah Kecil Di Pinggir Sungai
Franky Sahilatua - Siti Julaika
Franky Sahilatua - Terbaik Untukmu
Franky Sahilatua - Terminal Qdoeys 5:25 PM Admin Bandung Indonesia
Franky Sahilatua and Jane - Kepada Angin dan burung-burung
Franky Sahilatua and Jane - Musim Bunga
Franky Sahilatua and Jane - Perjalanan
Franky Sahilatua - Bis Kota
Franky Sahilatua - Kemesraan
Franky Sahilatua - Lelaki Dan Rembulan
Franky Sahilatua - O Ea Eo
Franky Sahilatua - Pada Bukit dan Pedesaan
Franky Sahilatua - Panen Telah Datang
Franky Sahilatua - Perahu Retak
Franky Sahilatua - Rumah Kecil Di Pinggir Sungai
Franky Sahilatua - Siti Julaika
Franky Sahilatua - Terbaik Untukmu
Franky Sahilatua - Terminal Qdoeys 5:25 PM Admin Bandung Indonesia
Franky Sahilatua - Lelaki dan rembulan
Rembulan di malam hari
Lelaki diam seribu kata
Hanya memandang
Hatinya luka.., hatinya luka..
Udara terasa berat
Karena asmara sesakkan dada
Ketika cinta
Terbentur dinding.., terbentur dinding..
Bukalah pintu hatimu
Yang s’lalu membeku
Agar ku lihat lagi (ku lihat lagi)
Rembulan di matamu
Jangan sembunyikan hatimu padaku
Lelaki.. dan rembulan
Bersatu di malam angin sepoi-sepoi..
Rembulan di malam hari
Lelaki diam seribu kata
Hanya memandang
Hatinya luka.., hatinya luka..
Udara terasa berat
Karena asmara sesakkan dada
Ketika cinta
Terbentur dinding.., terbentur dinding..
Bukalah pintu hatimu
Yang s’lalu membeku
Agar ku lihat lagi (ku lihat lagi)
Rembulan di matamu
Jangan sembunyikan hatimu padaku
Lelaki.. dan rembulan
Bersatu di malam angin sepoi-sepoi..
Lelaki.. dan rembulan
Bersatu di malam angin sepoi-sepoi..
Angin sepoi-sepoi
Angin sepoi-sepoi
Angin sepoi-sepoi
Angin sepoi-sepoi
Qdoeys
9:32 AM
Admin
Bandung IndonesiaRembulan di malam hari
Lelaki diam seribu kata
Hanya memandang
Hatinya luka.., hatinya luka..
Udara terasa berat
Karena asmara sesakkan dada
Ketika cinta
Terbentur dinding.., terbentur dinding..
Bukalah pintu hatimu
Yang s’lalu membeku
Agar ku lihat lagi (ku lihat lagi)
Rembulan di matamu
Jangan sembunyikan hatimu padaku
Lelaki.. dan rembulan
Bersatu di malam angin sepoi-sepoi..
Rembulan di malam hari
Lelaki diam seribu kata
Hanya memandang
Hatinya luka.., hatinya luka..
Udara terasa berat
Karena asmara sesakkan dada
Ketika cinta
Terbentur dinding.., terbentur dinding..
Bukalah pintu hatimu
Yang s’lalu membeku
Agar ku lihat lagi (ku lihat lagi)
Rembulan di matamu
Jangan sembunyikan hatimu padaku
Lelaki.. dan rembulan
Bersatu di malam angin sepoi-sepoi..
Lelaki.. dan rembulan
Bersatu di malam angin sepoi-sepoi..
Angin sepoi-sepoi
Angin sepoi-sepoi
Angin sepoi-sepoi
Angin sepoi-sepoi
Franky Sahilatua - Panen telah datang
Sekuntum petani di sawah
Senda gurau metik padi
Kadang berdiri kadang membungkuk
Memakai topi ledok
Teringat cangkul kaki berlumpur
Mereka memetik terus
Kala seribu padi yang kuning
Menanti untuk di sabit
Burung bangau terbang menari
Gembira mengikat kepala
Anak desa telanjang dada
Duduk di persimpangan dekat sawah
Sambil bermain harmonika
Teringat cangkul kaki berlumpur
Mereka memetik terus
Kala seribu padi yang kuning
Menanti untuk di sabit
Burung bangau terbang menari
Gembira mengikat kepala
Anak desa telanjang dada
Duduk di persimpangan dekat sawah
Sambil bermain harmonika
Qdoeys
9:30 AM
Admin
Bandung IndonesiaSekuntum petani di sawah
Senda gurau metik padi
Kadang berdiri kadang membungkuk
Memakai topi ledok
Teringat cangkul kaki berlumpur
Mereka memetik terus
Kala seribu padi yang kuning
Menanti untuk di sabit
Burung bangau terbang menari
Gembira mengikat kepala
Anak desa telanjang dada
Duduk di persimpangan dekat sawah
Sambil bermain harmonika
Teringat cangkul kaki berlumpur
Mereka memetik terus
Kala seribu padi yang kuning
Menanti untuk di sabit
Burung bangau terbang menari
Gembira mengikat kepala
Anak desa telanjang dada
Duduk di persimpangan dekat sawah
Sambil bermain harmonika
Franky Sahilatua - Bis kota
Berjalan di bawah lorong pertokoan
Di Surabaya yang panas
Debu-debu ramai beterbangan
Di hempas oleh bis kota
Bis kota sudah miring ke kiri
Oleh sesaknya penumpang
Aku terjepit disela-sela
Ketiak para penumpang yang bergantungan
Bis kota sudah miring ke kiri
Oleh sesaknya penumpang
Aku terjepit disela-sela
Ketiak para penumpang yang bergantungan
Berjalan di bawah lorong pertokoan
Di Surabaya yang panas
Debu-debu ramai beterbangan
Di hempas oleh bis kota
Qdoeys
9:29 AM
Admin
Bandung IndonesiaBerjalan di bawah lorong pertokoan
Di Surabaya yang panas
Debu-debu ramai beterbangan
Di hempas oleh bis kota
Bis kota sudah miring ke kiri
Oleh sesaknya penumpang
Aku terjepit disela-sela
Ketiak para penumpang yang bergantungan
Bis kota sudah miring ke kiri
Oleh sesaknya penumpang
Aku terjepit disela-sela
Ketiak para penumpang yang bergantungan
Berjalan di bawah lorong pertokoan
Di Surabaya yang panas
Debu-debu ramai beterbangan
Di hempas oleh bis kota
Franky Sahilatua - Rumah kecil di pinggir sungai
Kemanapun aku memandang
Di sekitar rumahku di dekat sungai
Cuaca redup melarutkan s’gala beban
Bila hari-hari yang mengalir
Bagai dedaunan gugur hanyut di sungai
Dalam hening aku coba tentram dan bahagia
Hanyut bersama kesenduan
Kenanganpun terus mencair
Ku dengar engkau di desah angin
Pada rintih gerimis
Datang, datanglah lagi..
Datang, datanglah lagi..
Datang.., datanglah lagi..
Kicau burungpun telah hilang
Ketika sunyi menyelimuti hulu
Pintu-pintu rumah tetangga telah tertutup
Hanyut bersama kesenduan
Kenanganpun terus mencair
Ku dengar engkau di desah angin
Pada rintih gerimis
Datang, datanglah lagi..
Datang, datanglah lagi..
Datang.., datanglah lagi..
Qdoeys
9:27 AM
Admin
Bandung IndonesiaKemanapun aku memandang
Di sekitar rumahku di dekat sungai
Cuaca redup melarutkan s’gala beban
Bila hari-hari yang mengalir
Bagai dedaunan gugur hanyut di sungai
Dalam hening aku coba tentram dan bahagia
Hanyut bersama kesenduan
Kenanganpun terus mencair
Ku dengar engkau di desah angin
Pada rintih gerimis
Datang, datanglah lagi..
Datang, datanglah lagi..
Datang.., datanglah lagi..
Kicau burungpun telah hilang
Ketika sunyi menyelimuti hulu
Pintu-pintu rumah tetangga telah tertutup
Hanyut bersama kesenduan
Kenanganpun terus mencair
Ku dengar engkau di desah angin
Pada rintih gerimis
Datang, datanglah lagi..
Datang, datanglah lagi..
Datang.., datanglah lagi..
Franky Sahilatua - Siti Julaika
Gadis berkebaya naik sepeda
Bernama Siti Julaika
Dari keluarga rakyat jelata
Gadis berkebaya Siti Julaika la la la la
Ia bekerja di sebuah pabrik gula
Tenaganya hanya di bayar murah
Durasim pacarnya pun kerja di sana
Setiap bulan menabung menabung bersama
Untuk sebuah rumah tinggal
Ketika musim bunga serbuk tiba
Mereka memotong tangkai telaga
Dan munjualnya untuk mainan anak
Mereka rindu anak-anak
Gadis berkebaya Siti Julaika lala la la
Mereka menikah bulan berikutnya
Dengan upacara sederhana saja
Dengan upah kerja sedikit saja
Setiap bulan menabung menabung bersama
Untuk sebuah rumah cinta
Ketika lahir anak pertama
Mereka sudah tidak bekerja
Pabrik gula kurangi tenaga kerja
Mesin-mesin telah tiba
Dudu du du du, dudu du du du..
Dudu du du du, dudu du du du..
Qdoeys
9:25 AM
Admin
Bandung IndonesiaGadis berkebaya naik sepeda
Bernama Siti Julaika
Dari keluarga rakyat jelata
Gadis berkebaya Siti Julaika la la la la
Ia bekerja di sebuah pabrik gula
Tenaganya hanya di bayar murah
Durasim pacarnya pun kerja di sana
Setiap bulan menabung menabung bersama
Untuk sebuah rumah tinggal
Ketika musim bunga serbuk tiba
Mereka memotong tangkai telaga
Dan munjualnya untuk mainan anak
Mereka rindu anak-anak
Gadis berkebaya Siti Julaika lala la la
Mereka menikah bulan berikutnya
Dengan upacara sederhana saja
Dengan upah kerja sedikit saja
Setiap bulan menabung menabung bersama
Untuk sebuah rumah cinta
Ketika lahir anak pertama
Mereka sudah tidak bekerja
Pabrik gula kurangi tenaga kerja
Mesin-mesin telah tiba
Dudu du du du, dudu du du du..
Dudu du du du, dudu du du du..

